Untuk Masa Depan Ajari 6 Cara Anak Cinta Lingkungan

cinta-lingkungan-4

 

Sahabat Abi Ummi, perkembangan teknologi di dunia modern memang memberikan banyak dampak positif. Namun, di balik itu, selalu ada paradoks yang menyeratai, biasanya berupa dampak negatif. Gadget dan televisi adalah sedikit dari banyak hal yang menjauhkan anak dari dunia sesungguhnya, termasuk sosialisasi dengan orang sekitar maupun lingkungan. Padahal, sikap anak terhadap lingkungan dapat menentukan pribadinya di kala dewasa nanti. Anak lebih baik diajarkan mencintai lingkungan untuk tahu seberapa penting lingkungan bagi kehidupan. Mari menumbuhkan rasa cinta lingkungan pada anak lewat tips berikut.

1. Ajarkan Kebaikan Kecil Mulai dari Membuang Sampah pada Tempatnya

Meski hanya sebungkus permen atau selembar tisu bekas, barang-barang tersebut dapat menyumbang limbah yang berakibat fatal bagi kerusakan lingkungan, contohnya sampah yang bertumpuk, got yang tersumbat, hingga banjir. Ajarkan si kecil untuk cinta lingkungan dengan mulai mengajaknya membuang sampah pada tempatnya bahkan ketika sedang dalam perjalanan. Mungkin di antara kita masih terbiasa membuang sampah ke luar jendela mobil. Simpan sampah hingga kita menemukan tempat untuk membuangnya. Ajari juga cara membedakan sampah basah dan kering. Dengan cara ini, anak akan meniru dan menjadikan kita contoh.

2. Libatkan Anak dalam Kerja Bakti Minimal dalam Lingkungan Rumah

Biasanya, setiap keluarga memiliki jadwal kegiatan membersihkan rumah bersama seperti ketika menjelang hari raya. Mulai dari membersihkan perabotan rumah hingga merapikan kebun. Kegiatan yang melelahkan, namun sekaligus menyenangkan karena setelahnya kita mendapatkan suasana baru dan bersih. Libatkan anak dalam kegiatan seperti ini, meski hanya sekadar “mengacak-acak”. Dengan cara ini, diharapkan anak mengenal akan pentingnya kebersihan lingkungan. Kita juga dapat mendorong anak untuk terlibat dalam kegiatan kerja bakti di lingkungan yang lebih besar, misal ketika menjelang hari kemerdekaan atau di sekolah.

3. Mengajak Anak Berlibur ke Wisata Alam

Wisata alam adalah cara lain untuk mengajarkan anak untuk cinta lingkungan. Selain menenangkan, wisata alam, seperti ke pantai dan pegunungan, juga memiliki keunggulan lain dibanding berlibur ke arena bermain atau mall, misalnya menemukan udara yang masih bersih dan segar, menjauh dari kebisingan dan polusi, hingga menenangkan pikiran. Jika anak suka aktivitas menantang, kita juga bisa mengajaknya terlibat dalam kegiatan outbond yang kini kian menjamur. Dengan cara ini, anak bisa memahami bahwa lingkungan yang bersih dan asri akan lebih berguna dan indah.

4. Membuat Kebun Kecil di Rumah dan Menumbuhkan Kecintaan pada Tumbuhan

Cara ampuh lainnya dalam menanamkan rasa cinta lingkungan pada anak adalah dengan membuat kebun kecil di rumah. Sisakan lahan untuk tanaman-tanaman yang dapat dirawat dan dikembangkan secara rutin. Selain menghilangkan stres, merawat tanaman juga berguna dalam memperhijau bumi, menyaring polusi, dan menciptakan pemandangan yang segar, kan. Gambarkan kesenangan ketika melihat tanaman yang kita rawat berkembang dengan baik. Melihat orang tuanya yang tampak asyik dan bahagia ketika merawat tanaman akan membuat anak tertarik untuk meniru perilaku tersebut.

5. Minimalisasi Paparan Terhadap Gadget dan Ajak Beraktivitas di Luar Rumah

Batasi persentase anak menggunakan gadget, menonton televisi, atau bermain games, yuk! Bukan benar-benar menjauhi, tapi mengurangi. Kemudian, ajak mereka bermain di luar rumah. Selain membuat mereka lebih mudah bersosialisasi, hal ini juga membuat mereka memaksimalkan fungsi fisik atau motorik dan mengenalkan mereka akan lingkungan. Dengan demikian, anak akan lebih aktif dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan.

6. Berlatih Menggunakan Air dan Listrik sesuai Kebutuhan

Manfaat dari pembatasan paparan gadget lainnya adalah menghemat penggunaan tenaga listrik. Anak dapat belajar bertanggung jawab dan bijak dalam menggunakan sumber daya. Hal lainnya adalah tentang air. Contohkan penggunaan air sesuai kebutuhan, misal ketika mandi keran cukup dibuka ketika dibutuhkan dan setelah selesai mandi maka keran dimatikan. Tidak harus menunggu kekeringan, kan, untuk menanamkan pembelajaran hemat air.

Yuk, mulai terapkan tips-tips di atas agar anak cinta lingkungan. Kita juga bisa mengajarkan anak mendaur ulang barang bekas yang masih bisa digunakan untuk mengurangi jumlah sampah di lingkungan. Jangan lupa menjadi contoh atau teladan bagi anak. Jadi, perhatikan dulu kecintaan kita pada lingkungan sebelum meminta anak cinta lingkungan.///abiummi.com/

Pembaca (26)

Outbound

Outbound