Tiga Mualaf Ikut Hapus Tato, 1 Orang Bersyahadat di Tempat Acara

Ada yang istimewa dari program hapus tato gratis gelaran Islamic Medical Service (IMS) di gedung aula Masjid Jami MUI Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pekan kemarin.

Di antara ribuan peserta yang mendaftar, ada seorang perempuan non-Muslim yang hadir untuk menghapus tato di punggungnya. Ia adalah Novia Kusuma Ayu Agatha (20).

Wanita yang akan mengakhiri masa lajangnya pada Mei 2018 itu sengaja datang dari kampung halamannya di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, untuk membersihkan seluruh anggota badannya dari tinta tato yang sudah melekat sejak ia duduk di bangku SMA.

“Saya sengaja datang ke sini untuk mengikuti hapus tato, sebab pada Mei nanti saya akan menikah dengan seorang pria Muslim,” ujar Novia dituturkan kepada hidayatullah oleh Direktur IMS Imron Faizin, Selasa (27/03/2018).

“Sebenarnya karena saya ingin menjadi mualaf, makanya saya menghapus tato, karena saya ingin menjadi pribadi yang baru dan ingin lebih baik lagi setelah memeluk agama Islam,” tambah Novia menjelaskan alasan dia menghapus tatonya, Ahad (25/03/2018) itu.

Sebelumnya, tutur Novia, ia sudah berkonsultasi dengan pegawai KUA setempat untuk masuk Islam. Pegawai KUA tersebut pun mengatakan, akan mengislamkan Novia pada waktu akan ijab-qabul di hari pernikahannya.

Namun ternyata Allah menaqdirkan Novia untuk mendapatkan hidayah lebih cepat, yaitu di lokasi acara hapus tato gratis tersebut.

“Di sini tadi, Alhamdulillah saya sudah membaca dua kalimat syahadat yang dibimbing langsung oleh KH Ahmad Dahlan,” tambah perempuan yang bekerja di sebuah penerbitan buku ternama di Klaten tersebut.

Perjalanan Novia dari kampung halamannya menuju lokasi hapus tato di Masjid Jami MUI Semanggi kurang lebih 50 km. Ia datang sendirian menggunakan sepeda motor.

Perempuan berkacamata tersebut sebelumnya tidak memakai jilbab, namun dari rumahnya ia sudah mempersiapkannya. Pasca mengikrarkan dua kalimat syahadat, ia langsung menggunakan jilbab biru tersebut.

Selama ini, Muslimah itu tinggal bersama orangtua angkatnya yang non-Muslim. Sejak kecil ia berada di lingkungan non-Muslim. Namun karena orangtua kandung yang masih hidup seorang Muslim taat, ia berani mengambil keputusan untuk hijrah secara total.

Dengan adanya program hapus tato ini, Novia merasakan bertambahnya saudara dan semakin kuat keyakinan terhadap agama yang dianutnya sekarang.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya program mulia ini. Dulu saya ketika membuat tato, enggak tahu menahu karena di agama saya sebelumnya tidak ada larangan. Setelah saya tahu kalo hal ini tidak boleh, saya berusaha agar tato pada tubuh saya bisa hilang,” Novia menuturkan.

Pada kesempatan itu, Novia juga membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia masuk Islam atas kemauannya sendiri secara sadar tanpa paksaan siapapun.

Atas kemauan sendiri dengan sadar, ridho dan iklas serta tanpa ada paksaan dari siapapun, menyatakan diri saya dengan sungguh-sungguh memeluk Agama Islam dan menjadi muslimah yang taat menjalankan syariat Agama Islam, dengan ini saya mengucapkan dua kalimat syahadat,” demikian penggalan pernyataannya pada surat yang dia tandatangani di atas materai 6.000.

Terkait itu, Imron Faizin mengungkapkan, salah satu syarat berhijrah dengan program hapus tato itu, peserta haruslah seorang Muslim atau Muslimah. Program hapus tato itu diperuntukkan khusus orang Islam yang berusaha menjadi lebih baik dan lebih taat menjalani agama.

Maka ketika ada non-Muslim yang ingin ikut program tersebut, otomatis mesti masuk Islam terlebih dahulu. Apalagi pasca hapus tato, para peserta diwajibkan untuk mempelajari dan membaca al-Qur’an sebagai bentuk pembinaan.

“Di Surakarta ini terdapat 3 orang mualaf yang mengikuti program hapus tato. Yang 2 orang sudah mengucapakan syahadat beberapa waktu lalu, 1 orang datang dari Klaten mengucapkan syahadat yang dibimbing langsung oleh takmir masjid MUI Bapak KH Ahmad Dahlan yang merupakan pengurus MUI Kota Surakarta,” ujar Imron.*//.hidayatullah

Pembaca (5)