Sinead O'Connor: Alquran Menyentuh Hatiku

Sinead O’Connor: Alquran Menyentuh Hatiku

JAKARTA — Penyanyi asal Islandia itu mencuat setelah menyanyikan lagu “Nothing Compares to you” pada era 1990an. Pada 10 Juli 2017, lagu ini diunggah di You tube dan kini telah diklik oleh 99,1 juta viewer.Video ini juga mendapat sambutan hangat dari para penggemarnya.

“The beutiful song is for my wife, she is in heaven, my love, my comrade, thank you for everything,” tulis salah satu netizen dalam komentarnya pada lagu tersebut enam bulan lalu.

Sinead O’Connor kini kembali menjadi perhatian internasional. Ia memiliki banyak penggemar baru. Bukan karena lagunya, melainkan karena keputusannya untuk memeluk Islam. Ia kini mengganti namanya menjadi Shuhada’ Davitt.

Menurut Connor, ia memilih Islam atas dasar kesadarannya setelah perjalanan panjang mempelajari beragam agama.

“Ini untuk menunjukkan bahwa saya bangga menjadi seorang Muslim. Ini merupakan keputusan murni dari perjalanan ilmu teologi. Semua studi kitab suci yang saya laku kan berujung kepada Islam dan membuat seluruh kitab yang lain tak lagi dibutuhkan. Saya akan mempunyai nama baru. Nama itu adalaha Shuhada,” ujar O’Connor lewat kicauan di Twitter pada 20 Oktober lalu.

Pada Kamis (25/10), Imam Irlandia Syekh Umar al-Qadri mengunggah video bagaimana O’Connor mengucapkan dua kalimat Syahadat.

Muslim Sejak Lahir

Dalam wawancaranya dengan ITV’s Good Morning Britain, dia bercerita setelah membaca Alquran surah al-Baqarah dia baru menyadari, setiap orang termasuk dirinya telah menjadi Muslim sejak lahir.

“Segera setelah saya membaca surah kedua Alquran, saya mengatakan oh my god, aku sudah menjadi seorang Muslim se umur hidupku dan bahkan tidak mengetahuinya. `Dalam Islam, Anda tidak menyebut nya pindah, tetapi kembali. Anda dilahirkan sebagai Muslim sejak awal, setiap orang dengan logika apa pun akan melihat mereka adalah Muslim selama ini. Jadi, itulah yang sebenarnya terjadi pada saya,” jelasnya.

Berbicara tentang reaksi dari Muslim lain terhadapnya, Connor mengatakan, reaksinya positif. Muslim adalah orang-orang yang baik, lembut, dan sangat mencintai sesama manusia. Namun, ketika mendapat reaksi dari orang lain dia hanya menanggapinya dengan tawa.

Dia sudah sejak lama menjadi sosok wanita yang kontroversial. Meskipun, awalnya dia merasa marah karena banyak orang yang membencinya karena menjadi Muslim. Kini dia telah terbiasa menghadapi segelintir orang yang tak suka dengan pilihan hidupnya menjadi Muslim, bahkan ada rasa bangga dalam hatinya karena telah menjadi Muslim. “Saya bangga menjadi seorang Muslim.

Keputusan ini sangat alami, sebuah k simpulan dari perjalanan teologi saya. Semua telaah kitab suci mengarah pada Islam,”kata O’Connor lewat akun @Magda Davitt77, dikutip dari laman Irish Post.

Sang musisi juga membagikan video dirinya mengumandangkan azan. Pada keterangan video, O’Connor menuliskan, lantunan azan pertamanya itu memuat beberapa kesalahan pengucapan bahasa Arab karena dia merasa sangat emosional.

Padahal, azan yang dia rekam itu sudah dilatih selama 30 kali. Dia pun meminta maaf kepada warganet yang menyimak video. Lewat cicitan lain, O’Connor berbagi cerita bahwa dia mendapatkan hijab pertamanya dari seorang teman di Dublin.

“Sahabatku Elaine yang memberikannya dan memakaikannya padaku. Tidak akan mengunggah fotonya karena bagian itu cukup personal. Lagi pula saya terlihat tua dan jelek, tapi saya sangat bahagia,” katanya merendah.

Sinead tumbuh di Irlandia yang sangat berbeda dari yang ada sekarang. Itu adalah negara yang sangat tertindas secara agama. Banyak orang sengsara di sana, tidak ada yang mendapatkan sukacita di dalam Tuhan.

Dia mengatakan, telah mempelajari kitab suci berbagai agama, tetapi tidak pernah berpikir akan tertarik dengan satu agama.

“Saya tidak memilih Islam sampai akhir karena saya memiliki begitu banyak prasangka tentang Islam. Itu cara berpikir. Anda hampir bisa menjadi seorang Muslim tanpa benar-benar menjadi seorang Muslim. Seorang Muslim hanya orang yang percaya bahwa tidak ada sesuatu pun di alam semesta yang harus disembah selain Tuhan,” jelasnya.

Kini Sinead juga mengenakan jilbab karena menginginkannya. Lagi pula Islam mengajarkan umatnya un tuk menutup aurat sebagai bentuk men jaga kehormatan diri. “Saya me makainya karena saya menyukainya,” jelas dia.

Sosok Kontroversial

Sebelum memeluk Islam, O’Connor diketahui sebagai sosok yang kontroversial. Dalam beberapa tahun terakhir ia pernah mengungkapkan penyakit gangguan mentalnya. Pada Agustus 2017, ia mengunggah video di Facebookdi mana dia mengakui ada pikiran untuk bunuh diri.

Pada November 2015, 0’Connor mengaku mengalami overdosis. Kemu dian, pada Mei 2016, polisi men cari nya setelah dia secara singkat menghilang di Chicago, memicu ketakutan mengenai keadaannya. Dia mengklaim di Twitter, asisten kesehatan yang bekerja dengannya dipecat karena memberinya sabu.

O’Connor juga pernah ditasbihkan sebagai pastur pada 1999 oleh Gereja Ortodoks Katolik dan Apostolik Irlandia. Kelompok tersebut tidak secara res mi berafiliasi dengan gereja Katolik yang tidak mengizinkan penasbihan perempuan sebagai pastur.

Dia menjadi kecewa dengan Katolik akibat skandal pelecehan anak di gereja, dan menggambarkan Vatikan sebagai sarang iblis dalam sebuah artikel surat kabar 2011.

Dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan pada Agustus tahun ini, dia meminta Paus Fransiskus untuk mengucilkannya. Ia mengaku telah membuat permohonan banding serupa yang sama kepada Paus Benediktus dan Yohanes Paulus II.

Dalam sebuah konser Saturday Night Live pada 1992, ia menyobek gambar Paus John Paul II. Aksi itu dilakukannya sebagai bentuk protes terhadap Gereja Katolik. Ia juga pernah mengaku lesbi dalam sebuah wawancara pada 2000, tetapi kemudian pernyataan itu dibantahnya.

Kehidupan pribadi O’Connor memiliki empat anak dan telah menikah empat kali. Dia memiliki put ra pertamanya, Jake, dengan suami pertamanya, produser musik John Reynolds, yang ikut memproduksi beberapa albumnya, termasuk Universal Mother.

Reynolds dan O’Connor menikah pada 1987. Segera setelah kelahiran putrinya Roisin pada tahun 1995, O’Connor dan ayah gadis itu, jurnalis Irlandia John Waters, memulai gugatan atas hak asuh anak yang panjang dan berakhir dengan O’Connor menyetujui untuk membiarkan Roisin tinggal di Dublin dengan Waters.

Pada pertengahan 2001, O’Connor menikah dengan jurnalis Inggris Nick Sommerlad, pernikahan berakhir pada 2004. Dia memiliki anak ketiganya, Shane, hasil pernikahannya pada tahun 2004 dengan musisi Donal Lunny. Pada tahun 2006 ia memiliki anak keempat, Yeshua Francis Neil Bonadio, yang ayahnya adalah Frank Bonadio.

O’Connor menikah untuk ketiga kalinya pada 22 Juli 2010, dengan teman lama dan kolaborator Steve Cooney, dan pada akhir Maret 2011 mereka bercerai.

Pernikahan keempatnya adalah dengan terapis Irlandia Barry Herridge. Mereka menikah pada 9 Desember 2011 di Las Vegas, tetapi pernikahan mereka berakhir setelah hidup bersama selama 7 hari. Pekan berikutnya, pada 3 Januari 2012, O’Connor mengeluarkan serangkaian komentar internet lebih lanjut yang menyatakan bahwa pasangan itu telah bersatu kembali.

Pada Maret 2015 dia mengungkapkan, dia akan menjadi seorang nenek untuk pertama kalinya. Pada 18 Juli 2015 cucu pertamanya lahir dari putranya Jake Reynolds dan pacarnya Lia./rol

Pembaca (7)