Beranda Muslimah Pernikahan Siapa yang Paling Berhak Mendapatkan Perhatian Istri?

Siapa yang Paling Berhak Mendapatkan Perhatian Istri?

68
0

Setelah memasuki jenjang pernikahan, akan banyak penyesuaian terhadap hal-hal baru yang harus dilakukan pasangan suami istri. Sebelum menikah, seseorang terbiasa tinggal di rumah orang tuanya, saudaranya, atau teman-temannya.

Hal ini menjadi referensi bagi mereka untuk menjalani kehidupan rumah tangga.

Ketika hidup bersama keluarga, tentu seseorang akan diperhatikan oleh kedua orang tuanya, kakaknya atau adiknya. Hal ini akan berbeda ketika seseorang masuk dalam zona baru, yaitu pernikahan.

Salah satu yang menjadi pekerjaan rumah bagi seorang istri setelah menikah adalah perhatiannya anak-anak, suami, keluarga, pekerjaan, tidur, dan lain-lain. Manakah yang lebih dia utamakan? Apalagi ketika semua kesibukan telah mengantre di depannya.

Wanita ideal yang telah menjadi istri senantiasa berusaha menyelaraskan semua pekerjaan wajibnya, agar tidak ada satu kewajiban yang dikorbankan karena melakukan kewajiban lain. Namun, prioritas pertama adalah menunaikan hak-hak sang suami.

Dia mengikatkan segenap perasaan dan cintanya kepada anak-anak, tetapi tetap tidak dapat mengalahkan cintanya kepada sang suami.

Dia melakukan semua kewajibannya sesuai dengan porsinya masing-masing, karena terkadang suami menghadapi hal-hal penting yang tidak mungkin ditunda dan membutuhkan pendampingan dan perhatian serius dari dirinya.

Laki-laki ideal yang telah menjadi suami akan selalu berusaha bertanggung jawab terhadap keluarga, minimal mencurahkan perhatian kepada anak-anak, meskipun harus sabar dalam mengorbankan kepentingannya.

Seorang istri yang tidak lagi mencurahkan perhatiannya kepada suami dan rumahnya, berarti dia telah menghapus kebahagiaan dari dalam hatinya dan memulai perjalanan musim dingin dengan menapaki jalan yang penuh jurang dan berliku.

Lalu bagaimana dengan istri yang perhatian dan waktunya lebih diprioritaskan dalam karir dengan alasan bahwa karir adalah jaminan masa depan dan karir merupakan amanah dan tanggung jawab? Sedangkan suami tidak perlu mendapat jaminan.

Pemahaman-pemahaman seperti ini tidak lain adalah pemicu perceraian, atau paling tidak keterputusan perasaan antara keduanya atau hubungan yang dingin dan jalan menuju terpuruknya keluarga.

Ingat, bahwa pada hakikatnya suami yang akan langgeng bersama seorang istri adalah suami yang dapat menuntunnya menuju kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.

Sejauh apa pun perbedaan dan setajam apa pun pertentangan, maka yang benar adalah apa yang diwajibkan oleh Allah, yaitu patuh kepada suami dan mencurahkan perhatian kepadanya, bukan kepada karir.

Sungguh banyak bahaya besar dan pengaruh negatif dari paham sekularisme yang memengaruhi pandangan seorang istri.

Kaum sekularis menghembuskan pemikiran di tengah masyarakat bahwa kebutuhan istri kepada suami hanyalah sebatas kebutuhan yang bersifat materi, tidak menyangkut kebutuhan ketenteraman hati, kedamaian jiwa, kasih sayang, dan tempat tinggal.

Pemikiran seperti ini kemudian menjalar merasuki tiap keluarga dan meracuni nalar banyak kalangan.

Apa yang mereka hembuskan itu cocok dengan para wanita kafir yang hidup Barat, yaitu wanita yang dapat dengan bebas bergonta-ganti pasangan, mengingat masyarakat Barat terkonstruksi untuk menjauhkan seorang istri dari rumah, keluarga dan persepsi positif tentang keluarga, anak serta suami.

Pembicaraan ini menggiring kita untuk membincangkan ragam perhatian kepada suami, seperti:

Mengambilkan tusuk gigi setelah makan, memilihkan parfum yang bagus, dan menyiapkan pakaiannya setelah mandi, ketika hendak pergi atau ketika keluar rumah, menyiapkan pembicaraan yang disukai suami, dan dapat menarik perhatiaannya sehingga sang suami betah berlama-lama di sisinya.

Hal lain yang dapat dilakukan seorang istri adalah:

Melepas kepergian suami menuju kantor, mencium tangannya, menyambutnya ketika pulang ke rumah, menyiapkan minuman hangat untuk melepas hausnya, menanyakan keadaannya, membawakan tasnya, serta menyiapkan hidangan kesuakaannya.

Hal ini akan membuat suami merasa dihargai dan dihormati, sehingga rasa cinta dan sayang semakin terpatri di dalam hatinya.

Alangkah lebih baik jika seorang istri mencatat tema-tema pembicaraan dalam sebuah memori ketika sang suami tidak ada, agar ia dapat mengingatnya.

Sang istri juga mempersiapkan tempat tidur dan tempat istirahatnya, memperhatikan kesehatan dan jadwal makannya, apalagi ketika sang suami sedang sakit.

Semua ini adalah hal-hal yang dapat membahagiakan suami.

Semoga para istri yang beriman kepada Allah tidak mengabaikan hak suaminya. Demikian dikutip dari buku Kado Pernikahan karya Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Dawud.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

 

Produk Kami :

Wedding Jakarta
Vulkanisir Ban
Outbound

Outbound
Outbound Bali

Bengkel kapal

Service Kapal

Masakan Betawi

Service Genset

Service Pompa Air

Medical Check Up

Jual Jilbab

Bengkel Las

Jasa Security

Jual Rumah

Terkait :

Outbound,    Outbound murah, outbound nego, outbound Bali, Outbound di Bali, Outbound Jakarta, Outbound di Jakarta, Outbound Puncak, Outbound di Puncak, Outbound Bandung, Outbound di Bandung, outbound bogor, Outbound di Bogor, outbound Sukabumi, outbound di Sukabumi, outbound sukabumi, outbound di sukabumi, outbound banten, outbound di banten, outbound jogyakarta, outbound di jogyakarta, outbound surabaya, outbound di surabaya

Paintball, jual paintball, info paintball, paintball jakarta, jakarta paintball, paintball bogor, bogor paintball, paintball bandung, paintball sukabumi, paintball puncak, servis paintball, service paintball, event organizer, Motivasi, Motivator, gathering, family gathering, motivasi islami,

manfaat outbound, jenis outbound, outbound training, outbound artinya, outbound training, bahasa indonesia outbound, arti  outbound dalam bahasa indonesia, jenis jenis outbound, manfaat outbound, Outing, Outing Karywaran, outing bali, outing jakarta

outbound nego, outbound Bali, Outbound di Bali, Outbound Jakarta, Outbound di Jakarta, Outbound Puncak, Outbound di Puncak, Outbound Bandung, Outbound di Bandung, outbound bogor, Outbound di Bogor, outbound Sukabumi, outbound di Sukabumi, outbound sukabumi, outbound di sukabumi, outbound banten, outbound di banten, outbound jogyakarta, outbound di jogyakarta, outbound surabaya, outbound di surabaya

Pembaca (15)