Pernikahan : Seni Menegur Suami

Pernikahan

Pernikahan

Pernikahan

Pernikahan

Teguran adalah pisau tajam yang harus diwaspadai dan ekstra hati-hati dalam mempergunakannya. Untuk itu, seni dan kelihaian dibutuhkan dalam menegur seseorang.

Teguran terkadang berbuah manis, dapat mendekatkan hati, menjernihkan jiwa dan merogoh mutiara perasaan jika orang yang memainkannya adalah penyelam yang mahir.

Begitulah hasil teguran seorang wanita ideal karena dia adalah penyelam ulung. Dia lebih menyelami perasaan dan hati sang suami sehingga tegurannya dapat memperbesar obor cinta dan tidak memadamkannya.

Menangkap kealpaan dan keluputan dan bukan mencari-cari kesalahan, tidak membeber aib dan membesar-besarkannya, serta tidak memburu kesalahan-kesalahan secara membabi buta.

Akan tetapi, dia menegur dengan jiwa besar, kematangan berpikir, dan dewasa. Seorang suami lebih menghargai seorang istri yang mudah memaafkan, melupakan kesalahan, mencarikan alasan suaminya melakukan kesalahan, dan menyimpan rahasia dan keadaannya.

Ketika seorang istri merasakan kemurahan suami dalam memaafkan kesalahannya, maka sifat bijaknya menunjukkan untuk memaafkannya, tidak tergesa-gesa menyalahkan, bahkan melupakan kesalahan itu, menceburkan dirinya dalam kebisuan dan mengunci mulut meskipun kesalahan demi kesalahan suami terus terjadi.

Ketika kesalahan sudah melewati batas toleransi, bak nyawa sudah berada di tenggorokan dan tusukan pedang telah menembus tulang, maka dia mulai melakukan teguran dan tegurannya adalah teguran sayang kepada suami tercinta.

Ia tidak marah seperti kemarahan tuan kepada budaknya atau bentakan seorang ayah yang keras kepada anaknya yang gagal dalam ujian akhir.

Dalam menegur, wanita ideal menggunakan seni dan kelihaian sebagai berikut:

1. Hendaknya teguran dibungkus dengan pertanyaan yang bisa dimengerti oleh orang pintar tanpa melukai perasaan suami.

2. Teguran dengan perkataan rumit yang menjadikan orang bodoh yang ringan tangan, tidak merasa bersalah, dan selalu bertanya-tanya. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya dia menegurnya dengan tegas, jelas, dan pendek.

3. Menjauhi mencela pribadinya, tetapi hanya menegur perilaku salahnya saja.

Termasuk hal yang bijak adalah menjauhi kata-kata yang langsung mencela kepribadian suami, seperti:

“Kamu tidak menghargaiku sama sekali”, “kamu salah”, “kamu egois”, “kamu dingin”, “kamu suami yang tidak berperasaan”, “tidak punya nurani”, “kamu tidak memiliki belas kasihan sama sekali”, “kamu selalu saja terlambat, tidak tepat waktu dalam meluluskan permintaan.”

Disadur dari buku Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Dawud berjudul Kado Pernikahan.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

 

Produk Kami :

Wedding Jakarta
Vulkanisir Ban
Outbound

Outbound
Outbound Bali

Bengkel kapal

Service Kapal

Masakan Betawi

Service Genset

Service Pompa Air

Medical Check Up

Jual Jilbab

Bengkel Las

Jasa Security

Jual Rumah

Terkait :

Outbound,    Outbound murah, outbound nego, outbound Bali, Outbound di Bali, Outbound Jakarta, Outbound di Jakarta, Outbound Puncak, Outbound di Puncak, Outbound Bandung, Outbound di Bandung, outbound bogor, Outbound di Bogor, outbound Sukabumi, outbound di Sukabumi, outbound sukabumi, outbound di sukabumi, outbound banten, outbound di banten, outbound jogyakarta, outbound di jogyakarta, outbound surabaya, outbound di surabaya

Paintball, jual paintball, info paintball, paintball jakarta, jakarta paintball, paintball bogor, bogor paintball, paintball bandung, paintball sukabumi, paintball puncak, servis paintball, service paintball, event organizer, Motivasi, Motivator, gathering, family gathering, motivasi islami,

manfaat outbound, jenis outbound, outbound training, outbound artinya, outbound training, bahasa indonesia outbound, arti  outbound dalam bahasa indonesia, jenis jenis outbound, manfaat outbound, Outing, Outing Karywaran, outing bali, outing jakarta

outbound nego, outbound Bali, Outbound di Bali, Outbound Jakarta, Outbound di Jakarta, Outbound Puncak, Outbound di Puncak, Outbound Bandung, Outbound di Bandung, outbound bogor, Outbound di Bogor, outbound Sukabumi, outbound di Sukabumi, outbound sukabumi, outbound di sukabumi, outbound banten, outbound di banten, outbound jogyakarta, outbound di jogyakarta, outbound surabaya, outbound di surabaya

Pembaca (8)

Outbound

Outbound