Penelitian: Istri Cantik Suami Kurang Menarik, Pernikahan Lebih Harmonis

Istri Cantik Suami Kurang Menarik, Pernikahan Lebih Harmonis

Istri Cantik Suami Kurang Menarik, Pernikahan Lebih Harmonis

Hasil penelitian yang dilansir sejumlah media nasional, baru-baru ini, menemukan pasangan suami istri di mana istri lebih menarik daripada suami ternyata rumah tangganya lebih harmonis. Mengapa?

Seperti dirilis Kompas dan Tribunnews, umumnya pria memposisikan kecantikan dan penampilan fisik sebagai syarat utama memilih pasangan hidup. Sedangkan wanita lebih memprioritaskan aspek kemampuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Dan Ariely, Professor of Behavioral Economics, MIT’s Program in Media Arts and Sciences and Sloan School of Management menjelaskan pria sangat sensitif terhadap penampilan fisik wanita. Sedangkan wanita lebih sensitif pada pria yang bertubuh tinggi dan memiliki penghasilan yang baik. “Penemuan ini sangat beralasan,” tegasnya.

James McNulty dari University of Tennesse menambahkan, pria dengan penampilan fisik yang biasa-biasa cenderung bekerja lebih baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hal ini melengkapi hasil studi yang menyatakan pria tampan relatif kurang mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

Mengapa pria berpenampilan fisik biasa-biasa saja lebih semangat bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga? “Sebab mereka merasa beruntung dan akan selalu berusaha lebih keras dalam memberikan kebahagiaan pada istrinya,” ujar James McNulty.

Sayangnya, tidak disebutkan lebih detail tentang penelitian tersebut. Bagaimana metodenya dan berapa margin errornya. Yang pasti, penelitian tersebut dilaknakan di Barat, bukan di masyarakat muslim seperti Indonesia.

Lalu bagaimana pandangan Islam? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan rambu-rambu memilih pasangan.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, Maka pilihlah karena faktor agama niscaya engkau beruntung” (HR. Al Bukhari)

Bahkan dalam hadits yang lain ditegaskan bahwa siapa yang menikahi seseorang karena kecantikan atau harta, bisa jadi rumah tangga mereka akan rusak akibat apa yang menjadi ambisi tersebut.

لَا تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ

“Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak wanita berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama.” (HR. Ibnu Majah). [Ibnu K/bersamadakwah]

Terkait

Pembaca (2)

Outbound

Outbound