Beranda Internasional Asia Kembangkan Pariwisata Halal, Seoul Perbanyak Fasilitas Wisata Ramah Muslim

Kembangkan Pariwisata Halal, Seoul Perbanyak Fasilitas Wisata Ramah Muslim

27
0

7601072-seoul

 

Seoul terus memanjakan wisatawan Muslim. Ibu kota negeri ginseng itu kini tengah gencar membidik turis Muslim dari mancanegara. Tidak terkecuali dengan Indonesia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Seoul telah mencapai angka 200.000 orang dalam satu tahun terakhir. Dari angka tersebut, diperkirakan 80 persen nya adalah wisatawan Muslim.

Kepala divisi bisnis pariwisata kota Seoul, Oh Je Seong mengungkapkan peningkatan jumlah wisatawan Muslim membuat tidak sedikit restoran bersertifikat halal muncul di Seoul. Tidak hanya itu, tempat perbelanjaan juga menyiapkan tempat beribadah demi kenyamanan wisatawan Muslim. “Dulu yang paling banyak berkunjung ke Korea adalah wisatawan dari Jepang dan China, sekarang target utama kami adalah wisatawan Muslim,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Jo Seong mengatakan hal pertama yang dilakukan pemerintah Kota Seoul adalah memperbanyak fasilitas tempat ibadah. “Saat ini memang tidak terlalu banyak mushola, tapi sebagian hotel bintang lima sudah memiliki fasilitas mushola, hotel yang tidak ada mushola juga boleh minta ruangan untuk sholat,” katanya.

“Selain itu, di bandara dan Lotte World juga sudah ada. Kami ingin membuat mushola lagi agar orang-orang dapat dengan mudah sholat di mana saja,” tambahnya. Untuk mewujudkan hal itu, Je Seong mengatakan bahwa divisi pariwisata kota Seoul juga berencana untuk membangun mushola di dekat salah satu stasiun subway tahun depan.

Selain tempat ibadah, kata dia, hal lain yang telah dilakukan divisi pariwisata Kota Seoul untuk menggenjot angka kunjungan wisatawan Muslim adalah sertifikasi restoran halal. “Di Seoul saat ini telah ada 70 restoran yang sudah mendapatkan sertifikasi halal,” ungkapnya.

Je Seong menuturkan bahwa tahun ini, Indonesia berada di peringkat ke-9 jumlah wisatawan terbanyak yang mengunjungi kota Seoul. Sementara peringkat pertama diduduki oleh China, kemudian Jepang dan Amerika. “Dari sekitar 100 negara, Indonesia berada di peringkat ke-9. Di bandingkan tahun lalu jumlah wisatawan Indonesia naik 10 persen,” tuturnya.

Je Seong juga membagikan tips agar tidak tersesat saat berwisata di Seoul. Pertama, wisatawan dapat menggunakan “iTourSeoul” di mana semua informasi tentang Kota Seoul telah tersedia di aplikasi mobile tersebut. “Kalau bawa peta pasti tidak akan tersesat, karena petanya sudah kami buat sesimpel mungkin dan sangat informatif. Tapi, kalau masih tersesat bisa tanya polisi atau orang di jalan,” jelasnya.

“Bisa juga menghubungi call center 1330. Di situ juga ada pilihan interpreter dalam bahasa Indonesia. Saat wisatawan memesan taksi misalnya, interpreter dapat menjelaskan ke pengemudi,” sambungnya.

Selain itu, untuk menunjang kebutuhan wisatawan muslim, telah dirilis pula aplikasi Halal Korea. Aplikasi ini memiliki sembilan fitur utama yang memudahkan wisatawan Muslim untuk tinggal di Korea. Adapun fitur lainnya seperti Fitur Prayer yang menyediakan alarm untuk mengingatkan waktu sholat dan informasi mengenai masjid atau tempat sholat di Korea. Ada pula fitur Qibla yang berfungsi sebagai penunjuk arah sholat (kiblat).

Selanjutnya, fitur Travel yang memberikan berbagai pilihan kategori antara lain Shopping, Festival, Nature, Medical dan History. Fitur Restaurant menyajikan tempat makan dengan berbagai pilihan kategori yang ramah wisatawan muslim. (njs/dbs)//gomuslim

 

Pembaca (47)