Ingat Kawan, Mengejar Dunia Seperti Minum Air Laut

Cobalah renungkan, ketika dulu kita belum punya handphone dan kemudian berhasil memilikinya, setahun kemudian kita berhasrat memiliki handphone jenis terbaru. Saat belum punya motor dan ingin sekali punya, kemudian Allah mengabulkan, tiba-tiba beberapa tahun kemudian kita sangat ingin memiliki mobil. Dan saat punya mobil kemudian lihat mobil tetangga lebih bagus dan lebih baru, lalu kita berhasrat memiliki yang lebih baru juga, begitulah seterusnya hati manusia tidak akan puas dengan dunia. Mobil atau motor yang sudah ada tidak puas catnya begitu-begitu saja kemudian di hias – hias dengan stiker agar bagus dan tidak pernah berhenti menghiasi perhiasan – perhiasan dunia.

Tidak salah memang mengejar dunia, kemudian kekayaan yang kita raih kita gunakan untuk kebaikan. Karena memang sebaik-baiknya harta ialah ketika dipegang orang yang shalih, tapi yang harus diperhatikan ialah jangan sampai ketika mengejar dunia tersebut jangan sampai membuat terlena sehingga melupakan aktivitas ibadah yang lebih esensial pentingnya dibandingkan mengejar status bebas financial. Karena, ada pepatah seorang sahabat yang berkata “jika kamu bersyukur dan puas dengan rezekimu, kamu akan merasa seperti seorang raja di dunia” jadi ketika ada orang yang sudah punya rumah mewah, mobil mewah dll, namun masih merasa kekurangan dan belum puas, maka ia termasuk orang yang MISKIN, karena ia selalu merasa kekurangan.//dakwatuna

Pembaca (7)