Beranda Sholat Shalat Tahajud 8 Keutamaan Shalat Tahajjud

8 Keutamaan Shalat Tahajjud

19
0

images-1

 

Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika malam yaitu setelah sholat isya’ hingga terbitnya fajar dengan jumlah rakaat paling sedikit dua rakaat dan paling banyak tidak terbatas. Shalat malam bisa dikatakan sebagai shalat tahajjud apabila pelaksanaannya dilakukan setelah terbangun dari tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar saja.

Dengan kata lain apabila shalat malam dilakukan sebelum tidur, maka hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai shalat tahajjud, melainkan shalat-shalat sunnah biasa seperti sholat witir, shalat rawatib, dan lain sebagainya. baca juga (macam-macam shalat sunnah)

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam sangat menganjurkan umat muslim untuk melaksanakan shalat tahajjud sebagai salah satu bentuk ibadah tambahan, dan rasulullah sendiri beserta para sahabat-sahabat beliau tidak pernah meninggalkan sholat sunnah ini sepanjang hidup mereka. Sholat sunnah tahajjud afdalnya dikerjakan tidak dengan berjamaah, melainkan sendirian dengan jumlah rakaat sesuai dengan kemampuan insan tersebut.

Waktu sholat tahajjud dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Saat yang utama untuk menjalankan sholat tahajjud, yaitu pada sepertiga malam yang pertama (sekitar pukul 19.00 hingga pukul 22.00 )
  2. Saat yang lebih utama, yaitu di sepertiga malam yang kedua (pukul 22.00 hingga pukul 01.00)
  3. Saat yang paling utama, yaitu di sepertiga malam yang terakhir (antara pukul 01.00 hingga masuknya waktu subuh)

Firman Allah SWT tentang sholat tahajjud antara lain :

  1. Al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 9 :

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ

Artinya:

“(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

  1. Al-Qur’an Surat As-Sajdah ayat 16-17 :

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan. tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”

  1. Al-Qur’an Surat Az- Zariya ayat 16-17 :

كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya:

Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.”

  1. Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79 :

ومن الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا

Artinya:

Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Sabda rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ اَلْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya:

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Puasa yang paling utama setelah puasa ramadhan adalah puasa muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat lail (malam).
” (HR. Muslim)

Keutamaan dari Mendirikan Sholat Tahajjud

Sholat tahajjud adalah sholat malam yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim, bahkan rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam mencela mereka yang melalaikan menunaikan sholat sunnah tersebut :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةً حَتَّى أَصْبَحَ. قَالَ: ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِيْ أُذُنَيْهِ أَوْ قَالَ فِيْ أُذُنِهِ

Artinya:

Dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata, “Pernah diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang tidur malam hingga shubuh. Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan telah kencing pada kedua telinganya,” atau beliau bersabda, “… pada telinganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun keutamaan sholat tahajjud adalah :

  1. Mendapatkan kemuliaan dan kebaikan dari Allah SWT

Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Artinya:

Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah Ta’ala dari urusan dunia maupun akhirat, melainkan Allah akan memberikannya kepadanya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim)

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda yang artinya:

Barang siapa menjaga sholat tahajud dengan sungguh-sungguh, maka Allah memberinya sembilan kemuliaan, terdiri dari lima kemuliaan didunia dan empat di akhirat.

Kesembilan kemuliaan tersebut diantaranya adalah :

  • Kemuliaan di dunia
  • Kemuliaan di akhirat
  • Allah SWT akan menjauhkannya dari segala macam bencana
  • Dari wajahnya akan terpancar tanda-tanda kesholehan
  • Akan disegani oleh manusia serta dicintai oleh hamba-hamba Allah yang sholeh
  • Tutur katanya akan lebih berwibawa dan penuh hikmah
  • Diberikan kemudahan dalam memahami agama allah

2. Akan termasuk ke dalam golongan penghuni syurga

Allah SWT berfirman :

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ , آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ , كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 15-18)

3. Akan masuk surga tanpa dihisab

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda yang artinya:

Pada hari Kiamat, manusia dihalau di tanah lapang, kemudian malaikat berseru ‘Mana orang yang sholat Tahajud’, hanya sedikit yang bangkit. Mereka lantas dipersilahkan masuk surga, tanpa dihisab”

4. Akan mendapatkan pahala sholat yang utama setelah sholat fardhu

Sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم: أي الصلاة أفضل بعد المكتوبة؟ قال: (الصلاة في جوف الليل

Artinya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya: “Sholat apakah yang paling utama setelah sholat fardhu (yang lima waktu, pent) ?” beliau  menjawab: “Sholat yang paling utama  setelah sholat fardhu adalah sholat (sunnah) di tengah malam (sholat Tahajjud).”. (Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim)

5. Segala kesalahan akan dihapuska oleh Allah SWT dan ia akan terhindar dari perbuata dosa

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda :

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِـحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ

Artinya:

Hendaklah kalian melakukan sholat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang sholih sebelum kalian, ia sebagai amal taqorrub bagi kalian kepada Allah, menjauhkan dosa, dan penghapus kesalahan.”. (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim, dan al-Baihaqi, dari jalan Shahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallaahu anhu).

6. Akan terhindar dari segala godaan syaitan

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

Artinya:

Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang, maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah, maka lepaslah satu tali ikatan. Lalu jika dia berwudhu, maka lepaslah tali ikatan yang lainnya. Dan jika dia mendirikan sholat (malam), maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat & baik jiwanya. Namun bila dia tak melakukan hal itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek & menjadi malas beraktifitas”. (HR. Imam Al-Bukhari & Muslim).

7. Menjadi seorang muslim yang mulia dan berwibawa

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda :

أَتَانِـيْ جِبْـرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُـحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ، وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ.

Artinya:

Malaikat Jibril mendatangiku, lalu berkata: “Hai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu (pasti) akan mati. Cintailah seseorang sekehendakmu karena kamu (pasti) akan berpisah dengannya. Dan beramallah sekehendakmu karena kamu (pasti) akan diberi balasan (oleh Allah pd hari Kiamat, pent). Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang Mukmin itu ada pada sholat malamnya, dan ia tidak merasa butuh kepada manusia.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim)

8. Akan menjadi golongan orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah SWT

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda :

مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ

Artinya:

Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya, kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam golongan para lelaki dan para wanita yang banyak berdzikir (mengingat) kepada Allah.”. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Niat Sholat Tahajjud

Adapun niat untuk menjalankan sohlat tahajjud adalah :

أُصَلِّي سُنّةَ التَهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ للَهِ تَعَاليَ

“USHOLLI SUNNATAT TAHAJJUDI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA.”

Artinya:

Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.”

Kita tahu bahwa sholat tahajjud dilaksanakan setelah bangun tidur di malam hari. Lalu bagaimana jika sebelum kita tidur kita berniat untuk mengerjakan sholat sunnah tersebut akan tetapi kita ketiduran?

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Nasa’i dan Ibnu Majjah ra, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda yang artinya:

Sesiapa yang hendak tidur dan berniat untuk bangkit bagi mengerjakan Solat Sunat Tahajjud, kemudian tidurnya terlajak sampai ke pagi, maka dicatat niatnya itu sebagai satu pahala, manakala tidurnya pula dikira sebagai kurniaan Allah yang diberikan kepadanya.”//dalamislam.com/

Pembaca (51)