8 Cara Cerdas Menghadapi Orang Tua yang Pilih Kasih

8 Cara Cerdas Menghadapi Orang Tua yang Pilih Kasih

Ada kalanya anak merasa mendapat perlakuan berbeda dari orang tua bila dibandingkan dengan saudaranya yang lain. Perlakuan seperti tidak terlalu dipedulikan dan kurangnya perhatian bila dibandingkan dengan kakak atau adiknya.

Pada beberapa penelitian bahkan ada yang menyebut bahwa anak yang menjadi korban pilih kasih cenderung memiliki dampak yang baik. Hal tersebut dapat membuat si anak menjadi lebih peka dan halus perasaannya. Sehingga ia akan menjadi mudah untuk memahami perasaan orang lain.

Jika ditelaah kembali, mungkin ada beberapa alasan tersendiri mengapa orang tua sampai berbuat seperti demikian. Tapi tetap saja alasan yang tidak disadari anak terkadang membuat sakit hati dan bisa saja berakibat buruk. Misalnya punya pikiran seperti “ibuku tidak sayang padaku”, “ayah lebih sayang anak pertama”, dan “ibu selalu membela adik.”

Nah, jika Anda punya orang tua yang pilih kasih, apa yang sebaiknya dilakukan? Berikut ini beberapa cara cerdas menghadapi orang tua yang pilih kasih agar Anda tidak jadi anak durhaka.

1. Introspeksi Diri Sendiri

Memang serba salah menghadapi orang tua yang pilih kasih. Di sisi lain Anda merasa tidak senang dan tidak nyaman, tapi bagaimanapun di antara kita masih ada yang menggantungkan hidup pada orang tua. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah intospeksi diri sendiri.

Jadi sebelum Anda emosi dan marah-marah tidak jelas, ada baknya berkaca dan evaluasi diri sendiri. Tanyakan pada diri Anda apa ada sesuatu yang Anda lakukan atau ucapkan dan itu menyakiti hati mereka. Jangan-jangan orang tua pilih kasih karena memang kita yang nakal dan selalu melanggar aturan dari mereka.

Bisa juga Anda adalah orang yang bebal dan tidak mau menerima nasehat maupun masukkan. Sehingga orang tua sudah mulai malas dan lelah berurusan dengan Anda. Mereka lebih memilih untuk menjauh daripada sakit hati terus-terusan dengan sikap yang Anda lakukan.

2. Komunikasikan pada Orang Tua

Tahap selanjutnya setelah melakukan introspeksi adalah membicarakan hal yang mengganjal dengan orang tua. Tidak baik memendam masalah sendiri karena akan menimbulkan penyakit, baik jasmani maupun rohani. Daripada menggerutu tidak jelas, lebih baik utarakan perasaan Anda pada orang tua secara langsung.

Caranya adalah dengan menanyakan kepada orang tua mengapa mereka bersikap pilih kasih dan lebih menyayangi kakak atau adik Anda. Katakan jika Anda merasa terganggu dan sakit hati karena perlakukan yang berbeda. Selain itu, ada baiknya jika Anda juga mengatakan bahwa Anda ingin diperlakukan sama seperti mereka.

3. Sampaikan Nasihat dengan Sopan

Sebenarnya jika orang tua benar-benar berbuat salah, seorang anak diperbolehkan menyampaikan kebenaran atau menasihati. Tapi tentunya dengan adab yang benar dan sopan agar orang tua tidak merasa digurui. Jika alur pembicaraan santai dan tenang, maka orang tua akan larut dalam obrolan dan tidak tersinggung.

Tapi jika Anda memang bukan orang yang terlalu komunikatif atau tidak berani memberi nasehat positif, ada cara lain yang tidak langsung. Contohnya dengan meletakkan buku atau lembaran tulisan yang menjelaskan tentang adab orang tua yang baik terhadap anak atau topik sejenis.

Bisa jadi ketika membaca buku tersebut hati orang tua menjadi tersentil dan sadar terhadap perilaku mereka yang tidak tepat selama ini.

4. Curhat dengan Saudara

Cara berikutnya menghadapi orang tua yang pilih kasih tanpa melibatkan orang tua secara langsung adalah dengan bertukar pikiran dengan saudara sendiri. Bisa jadi orang tua Anda pilih kasih sebab saudara Anda lebih membutuhkan perhatian perihal masalah mereka yang Anda sendiri tidak tahu. Sehingga mereka beranggapan Anda bisa lebih kuat dan mandiri tanpa mereka.

Utarakan pada saudara mengapa orang tua pilih kasih kepada Anda. Mungkin saja dengan begitu akan ada teka-teki yang terpecahkan. Selain itu, berbagi dapat merekatkan hubungan persaudaraan dan bisa saling mendukung satu sama lain agar lebih kuat.

5. Tahan Emosi

Memang tidak mudah menahan amarah terhadap orang lain apabila kita tidak melakukan kesalahan. Terlebih lagi kepada orang tua yang banyak berjasa di dalam hidup kita. Bahkan mungkin saja ada yang protes mengapa kita yang menjadi korban malah harus menahan emosi.

Tapi menahan emosi terkadang menjadi pilihan yang tepat dan terbaik. Ini untuk menghindarkan kejadian-kejadian yang dapat menimbulkan penyesalan nantinya. Anda tidak ingin juga kan apabila ada pertengkaran hebat yang menimbulkan kerugian seperti perpecahan keluarga atau salah satu pihak yang menjadi sakit?

Oleh sebab itu, tahan emosi dan pahami mengapa mereka pilih kasih terhadap Anda.

6. Jaga Jarak Bila Perlu

Bila Anda memang orang yang sulit menahan emosi, maka menjaga jarak dari orang tua untuk sementara waktu dapat menjadi solusi efektif. Sisi positif dalam proses ini adalah Anda akan menjadi lebih mandiri.

Selain itu, Anda juga dapat lebih fokus dan produktif terhadap apa yang dikerjakan sekarang. Dengan begitu jalan ini juga dapat menjadi momentum untuk menunjukkan pencapaian yang sudah Anda tempuh ketika sedang berjauhan dengan orang tua.

Tunjukkan jika Anda memang layak untuk mendapat perhatian juga dari mereka. Tapi meski jarak berjauhan, bakti tidak boleh terputus ya. Jalin komunikasi yang baik dan selalu tanyakan keadaan mereka secara berkala.

7. Tetap Sabar dan Hormati Orang Tua

Cara selanjutnya yang mungkin klise tapi juga sulit ketika menghadapi orang tua yang pilih kasih adalah dengan tetap bersabar. Buang rasa sakit hati, iri, dengki, dan cemburu. Perasaan-perasaan negatif tersebut hanya akan menyita waktu Anda untuk menjadi individu yang positif dan produktif.

Tetap sabar dan tetap menghormati orang tua sebagai sosok yang berjasa membesarkan Anda. Bagaimanapun mereka adalah orang yang mengasuh dan menjadikan Anda menjadi sosok yang seperti sekarang.

Bahkan dalam ajaran Islam, orang tua yang musyrik, kafir, atau pelaku dosa besar pun masih harus dihormati. Apalagi jika masalah orang tua yang pilih kasih. Hal ini dikarenakaan keridhoan Allah SWT tergantung pada keridhoan orang tua. Begitu pun kemurkaan Allah SWT juga tergantung pada kemurkaan orang tua.

8. Jadikan Sebagai Motivasi

Bisa jadi orang tua pilih kasih terhadap Anda karena Anda tidak memiliki bakat atau kelebihan yang menonjol di mata mereka. Sehingga orang tua Anda menjadi lebih menyayangi saudara yang lebih aktif menunjukkan diri daripada Anda yang pasif.

Karena itulah, jadikan hal tersebut sebagai motivasi diri agar menjadi lebih baik dari Anda yang sekarang. Kurangi rasa cemburu pada saudara. Tempa diri dan perbaiki diri sendiri agar Anda juga semakin “dilihat” oleh orang tua. Perlihatkan pada mereka bahwa Anda tidak seburuk yang orang tua Anda bayangkan.

Penutup

Itulah tadi beberapa langkah untuk menghadapi orang tua yang pilih kasih dan menghindarkan diri kita menjadi anak durhaka. Memendam sakit hati dapat berakibat buruk, apalagi jika keluar menjadi kata-kata yang menyakiti hati orang tua.

Jangankan orang tua, menyakiti hati orang lain pun dapat berakibat dendam yang akan diingat sepanjang masa. Jadi, mari jaga sikap dan ucapan serta selalu bersabar.//tipspengembangandiri.com

Pembaca (5)