7 Ayat Surat Luqman yang akan Menjadikan Abi Teladan Terbaik bagi Anak

 

????????????????????????????????????

Sahabat Abi Ummi, tahukah dirimu tentang sosok Luqman yang diabadikan Allah Swt. dalam satu surat bernama sama, Luqman?

Surat Luqman yang termasuk golongan surat Makiyyah (diturunkan di kota Mekah), berisikan kajian keimanan, hukum-hukum Islam, kisah Luqman yang menasihati anaknya (ayat 13-19), dan kajian lainnya.

Isyarat dari Allah Swt. yang tersirat dan juga tersurat di surat Luqman ini adalah untuk kita semua, orangtua atau calon orangtua di masa depan untuk bisa meneladani Luqman yang memberikan nasihat dan mendidik anaknya sesuai dengan ajaran Islam yang lurus.

Luqman, dalam surat ini dinyatakan dan diakui oleh Allah Swt. telah diberikan hikmah (kebijaksanaan) olehNya. Hikmah adalah mengetahui hukum-hukum dan mengetahui rahasia yang terkandung di dalamnya, karena terkadang seseorang berilmu namun tidak mengetahui hikmahnya.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”” (Q.S: Luqman: 12)

Ayat-ayat selanjutnya — ayat 13-19 — adalah ayat-ayat nasihat khusus dari Luqman kepada anaknya. Mari kita simak:

1. Larangan Mempersekutukan Allah Swt.

Nasihat terpenting Luqman berupa ketauhidan kepada Allah Swt. kepada anaknya disampaikan pertama kali di ayat 13 surat Luqman.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”” (Q.S: Luqman: 13)

Mempersekutukan Allah atau dengan kata lain melakukan syirik kepada Allah Swt. adalah dosa yang PALING besar!

Ketika Rasulullah saw. ditanya oleh salah seorang sahabatnya, Wail bin Abdullah ra., mengenai dosa apa yang paling besar, beliau menjawab: Syirik, yakni kamu menjadikan tandingan bagi Allah. (HR an-Nasa’i).

Setiap anak yang dikaruniakan Allah Swt. pada kita WAJIB kita berikan pemahaman tentang dosa ini ketika anak tersebut siap. Tapi, walaupun belum, sahabat Abi Ummi bisa memberikan pemahaman-pemahaman ringan via ciptaan-ciptaan Allah Swt. yang tersebar di alam semesta ini.

2. Perintah untuk Berbakti kepada Kedua Orangtua

Di surat Luqman ayat 14, Luqman menasihati anaknya untuk berbuat baik (berbakti) pada kedua orangtua, baik ibu maupun bapak. Disebutkan di ayat tersebut, kita perlu lebih memperhatikan ibu, karena ibu kita telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapih dalam waktu dua tahun.

Ibu kita (atau kamu calon ummi), akan atau telah merasakan keadaan lemah yang luar biasa. Ada peristiwa ngidam, kurang nafsu makan, sakit, sampai pada akhirnya ketika akan melahirkan.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Q.S: Luqman: 14)

3. Perintah Berbakti kepada Kedua Orangtua Tidak Sama dengan Ikut Syirik Bersama Mereka

Perbuatan baik kepada kedua orangtua ini WAJIB tetap dilakukan walau keduanya memaksa untuk mempersekutukan Allah Swt. sekalipun. Tentu saja kita WAJIB untuk tidak mengikuti keduanya perihal perbuatan syirik tersebut.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S: Luqman: 15)

Ya, untuk hal-hal bersifat mubah, kita wajib berbuat baik kepada mereka, tapi bila tentang akidah, tidak ada kewajiban.

4. Penegasan bahwa Allah Swt. mengetahui segala yang dilakukan hamba-Nya

Selanjutnya, Luqman menasihati anaknya perihal pentingnya “merasa” diawasi oleh Allah Swt. Karena apapun yang kita kerjakan pasti diketahui Allah Swt. sekecil apapun, baik positif maupun negatif. Karena ilmu Allah Swt. yang luas, ketelitianNya yang sempurna, serta sempurnanya kemampuan Allah Swt.

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Q.S: Luqman: 16)

5. Kewajiban Mendirikan Shalat dan Berbuat Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Luqman juga mengingatkan tentang ibadah utama seorang muslim setelah tauhid, shalat. Tak hanya itu beliau juga menasihatkan agar anaknya selalu berdakwah mengajak manusia lainnya berbuat baik dan meninggalkan keburukan. Dan sabar adalah salah satu bekal untuk melewati hidup ini.

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Q.S: Luqman: 17)

6. Larangan Bersikap Sombong dan Angkuh

Nasihat berikutnya, Luqman mengingatkan anaknya agar tidak sombong, tidak angkuh terhadap sesama, karena Allah Swt. tidak menyukai orang-orang sombong.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Q.S: Luqman: 18)

7. Adab dalam Berjalan dan Berbicara

Terakhir, Luqman meminta anaknya, ketika berjalan, tidaklah terlalu cepat ataupun lambat. Berjalan dengan sikap tawadhu’ dan tenang, bukan sebaliknya. Berbicara yang santun, tidak berlebihan dan tidak meninggikan suara.

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Q.S: Luqman: 19)

Itulah 7 ayat surat Luqman yang berisi nasihat Luqman kepada anaknya. Tidak hanya untuk anak dari Luqman sendiri, nasihat-nasihat tersebut bisa kita refleksikan dan diambil pelajarannya ketika kita berperan sebagai anak dan juga diajarkan kepada anak kita nantinya.

Tak perlu bingung bagaimana menjadi teladan bagi anak-anak kita, beberapa poin penting ilmu krusial sudah disampaikan Luqman pada kita. Semoga kita bisa meneladani beliau dan menjadi teladan bagi anak-anak kita, aamiin.//abiummi.com/

Pembaca (29)

Outbound

Outbound