Beranda Keluarga Dunia Anak 5 Tips Mendidik Anak Agar Memiliki Kecerdasan Emosi yang Baik

5 Tips Mendidik Anak Agar Memiliki Kecerdasan Emosi yang Baik

8
0

images-4

 

Seringkali kita melihat orang dewasa memiliki sikap yang tidak menunjukkan kedewasaan dalam bertingkah laku, contohnya pertengkaran yang kerap kita saksikan di setiap persidangan anggota dewan. Diskusi yang tidak hanya sekadar menimbulkan perdebatan dalam berargumen, tetapi gebrakan meja dan kursi yang melayang dari tempatnya pun pernah terjadi. Selain kedewasaan dalam bersikap, kita pun sering menyaksikan sosok orang dewasa yang tidak percaya diri untuk mengemukakan pendapat, hal ini sering kita temui pada acara seminar. Saat sesi diskusi lebih banyak orang yang memutuskan untuk diam ketimbang bertanya atau sekadar mengemukakan pendapat. Pertanyaannya, kenapa banyak orang dewasa seperti itu?

Wajar saja sih jika kita sering menyaksikan minimnya kecerdasan emosi pada orang dewasa di sekitar kita, khususnya di Indonesia. Kenapa begitu? Ini dikarenakan pola pendidikan baik di tingkat negara maupun di tingkat keluarga lebih mementingkan kecerdasan kognitif dibandingkan kecerdasan emosi. Orang dewasa yang dulunya anak-anak, jarang sekali dilatih untuk mengendalikan emosinya, sehingga ketika dewasa, mereka mengalami kesulitan untuk mengekspresikan emosinya dengan tepat. Dengan melihat fenomena ini, sebaiknya kita sebagai orang tua tidak hanya mempelajari dan menerapkan tips mendidik anak di faktor kognitif saja, namun mempelajari juga tips mendidik anak untuk kecerdasan emosi pun perlu kita latihkan kepada anak kita.

Lalu, pertanyaan besarnya adalah bagaimana cara melatihkan kecerdasan emosi kepada anak? Apa yang sebaiknya kita lakukan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut dan tanpa perlu berpanjang kata, yuk kita langsung bahas di sini, kecerdasan emosi anak bisa kita bangun dengan…

1. Menyadari Emosi Anak dan Emosi Diri Sendiri

Banyak orang tua seringkali terpancing emosi ketika mendapatkan anaknya sedang rewel, menangis, mengamuk, ataupun menunjukkan reaksi negatif lainnya. Orang tua kadang lupa atau tidak memahami bahwa anak-anak juga punya alasan yang melandasi mereka menunjukkan ekspresi emosinya. Lalu apa yang sebaiknya perlu kita lakukan? Kita hanya perlu diam sejenak, menenangkan diri, kemudian mencoba menyadari emosi apa yang muncul ketika anak bersikap seperti itu, setelah itu kita juga perlu mencoba menyadari emosi apa yang dirasakan oleh anak. Yup, untuk tahap pertama cukup ini saja yang perlu kita lakukan.

2. Mengakui Emosi Anak

Kalau boleh jujur, banyak orang tua atau kita sendiri lebih mengutamakan perasaan diri sendiri dibandingkan perasaan anak. Kita seringkali egois, dan lebih peduli dengan pikiran kita sendiri. Jarang sekali orang tua yang mau mengakui kalau anaknya sedang marah, sedih, atau kecewa akan sesuatu, contohnya saja ketika anak sedang menangis, orang tuanya akan bilang ke anaknya, “Sudah diam! begitu aja nangis”. Padahal, sebenarnya jika kita ingin melatih anak mengelola emosinya, hal kedua yang perlu kita lakukan adalah mengakui dan menerima emosi anak, serta menjadikan momentum ini sebagai ajang mendekatkan diri kita kepada anak.

3. Mendengarkan dengan Empati dan Meneguhkan Perasaan Anak

Setelah anak merasa emosinya diterima oleh kita maka langkah berikutnya yang perlu kita lakukan hanyalah mendengarkan keluh kesahnya dengan tulus dan mendengarkan alasan anak kenapa sedih, menangis, marah, ataupun kecewa. Dengan semakin sering kita berempati terhadap anak maka secara otomatis kita telah mengajarkan bagaimana caranya bersikap empati terhadap orang lain. Selain itu, kita pun perlu meneguhkan perasaan anak dan bilang kepada mereka, “Wajar kok jika kamu merasakan hal itu.”

4. Membantu Anak Menamai Emosinya

Jika sudah mengetahui alasan yang melatarbelakangi sikap anak, kita perlu membantu anak memberi nama emosinya. Menamai emosi perlu kita latihkan kepada anak. Hal ini diperlukan anak agar mampu mengekspresikan emosinya dengan tepat dan pada tempat yang tepat pula.

5. Menentukan Batas-Batas Sambil Membantu Anak Memecahkan Masalah

Nah, bagian terakhir yang tidak boleh kita lupakan juga adalah membantu anak menemukan solusi untuk memecahkan masalahnya. Tapi ingat, bukan kita yang menentukan anak harus memecahkan masalah dengan cara apa, tapi solusi itu harus keluar sendiri dari pemikiran anak kita. Kita sebagai orang tua hanya perlu memberi batas-batas dalam bentuk pilihan saja.

Demikianlah 5 tips mendidik anak agar memiliki kecerdasan emosi yang baik. Jika kita rutin dan konsisten melakukannya, insya Allah anak kita akan terlatih untuk mengontrol emosinya sendiri. Selamat mencoba!//abiummi.com/

Pembaca (49)