12 Ciri Orang Berbohong

12 Ciri Orang Berbohong yang Perlu Anda Ketahui

Hampir setiap orang biasa pernah berbohong. Entah itu berbohong tentang hal-hal yang kecil dan sederhana, ataupun berbohong tentang hal-hal yang besar dan kompleks.

Mendeteksi kebohongan memang tidak mudah, apalagi jika Anda bukan pakar di bidangnya atau seorang psikolog yang paham mengenai hal ini. Meski demikian, ada ciri-ciri tertentu dari seseorang ketika dia berbohong yang bisa Anda ketahui.

Bisa jadi hal tersebut adalah konflik dari hati, pikiran dan tubuh ketika seseorang berbohong, sehingga bisa terlihat orang lain meskipun samar.

Penasaran ingin tahu ciri-cirinya? Simak 12 ciri orang berbohong berikut ini.

1. Menghindari kontak mata

Mata adalah jendela hati. Dari mata, Anda bisa tahu lho orang itu berbohong atau tidak. Jika ingin tahu, coba pandang lekat-lekat matanya ketika menjelaskan sesuatu atau berbicara.

Orang yang sedang atau mencoba berbohong akan menghindari kontak mata dengan Anda. Dia akan lebih nyaman jika mengalihkan pandangan dari mata Anda, seperti lebih memilih memandangi meja, jendela atau dinding di belakang Anda.

Secara umum, pandangan matanya akan terus beralih-alih dengan cepat, dari satu benda ke benda lain. Dia juga lebih sering berkedip atau bahkan menutup matanya lebih dari 1 detik. Ini disebut reaksi stres atas pertanyaan Anda dan berusaha menghindarinya.

2. Pandangan mata sering ke arah kanan

Ketika seseorang berbohong dan berupaya menjelaskan sesuatu, coba perhatikan lebih sering ke arah mana pandangan matanya.

Jika sambil menjelaskan, arah pandangan matanya ke kiri, bisa dipastikan dia berkata jujur karena sedang mengakses memori tentang kejadian atau sesuatu yang sempat terlupakan.

Sebaliknya, jika pandangan matanya sering ke arah kanan, berarti orang tersebut berusaha mengakses imajinasi untuk membuat karangan tentang sesuatu.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi orang kidal, atau yang terbiasa menggunakan tangan sebelah kiri. Orang kidal akan berlaku sebaliknya. Ke arah kiri untuk mengakses imajinasi dan ke arah kanan untuk mengakses memori atau kebenaran.

Selain itu, kebanyakan orang akan menatap lurus ke depan untuk mengingat hal-hal yang bersifat visual.

3. Senyum orang berbohong dipaksakan

Ciri orang berbohong selanjutnya adalah senyum yang dipaksakan. Tentu Anda bisa membedakan antara senyum lepas dengan senyum terpaksa atau dibuat-buat, bukan?

Orang yang berbohong cenderung akan sering tersenyum di sela-sela pembicaraan tetapi senyum palsu atau menyeringai. Hal ini untuk menutup-nutupi ekspresi di wajahnya yang gugup di depan Anda. Padahal justru dengan dia tersenyum, terlihat kebohongan yang berusaha ditutupinya.

Berbeda dengan orang yang jujur, mereka akan tersenyum dengan tulus dan ringan. Kulit-kulit di wajah terlihat menggerombol dan berkerut di mata. Sedangkan orang yang sedang berbohong hanya tersenyum di mulut saja.

Untuk melihat lebih jelas, Anda bisa mencoba tersenyum di depan kaca dengan hati yang tulus dan bahagia. Senyum Anda akan merekah dan menimbulkan kerutan. Bandingkan pula jika Anda hanya tersenyum dengan menarik bibir saja. Benar-benar terlihat bedanya.

4. Gerak gerik yang gelisah

Menurut para ahli, berusaha menutupi kebohongan menimbulkan reaksi kimia yang menyebabkan wajah menjadi gatal tiba-tiba. Tak heran jika sedang berbohong, orang sering menyentuh wajahnya.

Selain itu juga tanpa sadar, mereka akan sering menyentuh hidung, bibir, mengusap bagian belakang dan samping leher. Kebohongan membuat mereka gelisah.

Jantung mereka akan berdetak lebih kencang dan untuk menetralkannya mereka tanpa sadar bergerak-gerak dengan gelisah atau sering menyentuh bagian wajah.

5. Bercerita terlalu detil

Saat Anda mencurigai seseorang berbohong, perhatikan ceritanya. Biasanya mereka yang berbohong akan mencoba bercerita secara detil, bahkan cenderung terlalu detil.

Cerita yang sebenarnya pendek, akan menjadi panjang karena diceritakan dengan detil. Tujuannya, tentu saja agar Anda percaya dengan cerita bohongnya.

Bahkan tak jarang mereka menambahi informasi yang tidak perlu, untuk lebih meyakinkan. Padahal dengan cara demikian, cerita mereka menjadi lebih tidak masuk akal dan terlalu rumit.

6. Mengubah topik pembicaraan

Meski berbohong adalah kebiasaannya, namun orang berbohong tetap saja merasa panik. Mungkin tak terlihat langsung di wajah, namun di dalam dirinya tetap saja ada perasaan panik jika ketahuan.

Karena itu, orang yang sedang berbohong akan cenderung mengubah topik pembicaraan ke topik lainnya yang tidak berhubungan sama sekali. Jika Anda berusaha mengembalikan ke topik awal, sikapnya akan terlihat jelas dengan sedikit emosi dan mengubah ke topik baru.

Amati hal ini jika Anda curiga seseorang sedang membohongi Anda. Karena kebohongan akan terlihat jelas dari sikap.

7. Bahasa tubuh yang tidak sesuai

Sebuah kejujuran bisa dilihat dari bahasa tubuh seseorang ketika bercerita, begitu pula dengan kebohongan.

Ketika Anda mencurigai adanya kebohongan, coba perhatikan bagaimana tubuh orang tersebut bereaksi. Pembohong secara tak sadar akan menarik tangan dan kakinya lebih dalam dan jauh dari pandangan Anda. Dia ingin lolos dari pandangan, meski itu tidak memungkinkan.

Lebih lanjut, seorang pembohong akan menyembunyikan jari-jarinya di belakang punggung atau mengepalkannya. Karena jari-jari tangannya sedang bergerak tidak normal, bahkan bisa juga bergetar.

Ciri yang lain, dia akan sering menggoyang-goyangkan kaki ketika duduk bahkan menghentakkannya ke lantai.

8. Cara bernafas tidak menentu

Ketika seseorang berbohong, tentu dia menginginkan agar pembicaraan yang dilakukan cepat selesai. Tak heran bagi sebagian orang yang berbohong, ceritanya akan cenderung tergesa-gesa dan tidak berurutan. Hal seperti ini mengakibatkan nafasnya terengah-engah.

Namun, ada pula sebagian orang yang pandai menyembunyikan kebohongannya, dan memiliki nafas lebih normal. Perhatikan saja cara dia bercerita dan kesesuaian nafasnya.

Orang yang berbohong tidak akan terlihat rileks atau santai. Terkadang bernafas lebih cepat dari semestinya, terkadang pula terlihat rileks yang dibuat-buat.

9. Berkeringat lebih banyak

Berbohong sudah pasti menyebabkan orang gelisah. Kegelisahan inilah yang menyebabkan jantung bergerak lebih cepat seperti seorang yang bekerja berat.

Pada saat itu, orang yang berbohong akan mulai berkeringat di telapak tangannya, kemudian merambat ke dahi dan bagian tubuh yang lain. Meski jelas-jelas tidak melakukan apa pun, orang yang berbohong berkeringat lebih banyak daripada orang lain.

Selain itu, Anda juga bisa melihat pada perubahan raut wajah yang memerah atau memucat dan sering menghela nafas panjang karena nafasnya mulai sesak.

Wajah memerah atau memucat, keringat berlebihan dan nafas yang berat merupakan reaksi atas pelepasan adrenalin dan itu akan jelas terlihat pada orang yang sedang berbohong.

10. Nada suara cenderung rendah atau pelan

Berbicara lebih pelan dengan nada suara rendah bisa menjadi salah satu ciri orang berbohong. Menurut ahli psikologi, orang yang sedang berbohong tanpa sadar memelankan suaranya sehingga nadanya menjadi lebih rendah.

Bahkan tak jarang, suara yang keluar hampir terdengar seperti bisikan sehingga tidak bisa dimengerti atau didengar jelas dengan lawan bicaranya.

Karenanya, ketika kita sedang berbicara dengan nada yang semangat dan gembira, namun lawan bicara kita tiba-tiba berubah di tengah-tengah pembicaraan menjadi lebih pelan dan berhati-hati, kita harus waspada. Bisa saja kita sedang dibohongi olehnya.

11. Meyakinkan dengan berlebihan

Tidak ada yang ingin kebohongannya terbongkar, dan si pembohong ini pasti akan melakukan segala cara agar kebohongannya tidak ketahuan.

Coba perhatikan bagaimana cara dia meyakinkan Anda secara berlebihan, seperti menggunakan kata-kata “percayalah”, “sumpah”, “yakinlah” bahkan tak sekali dua kali dia membawa-bawa nama Tuhan. Sungguh berlebihan, bukan?

Padahal dengan cara demikian, bisa saja Anda justru lebih curiga dan kurang yakin karena sikapnya yang keterlaluan.

Orang yang jujur tidak harus meyakinkan dengan berlebihan. Cukup dari sorot mata, sikap dan intonasi bicara yang tegas dapat mengungkapkan sisi kejujurannya.

12. Sulit menceritakan kembali dengan tepat

Karena berbohong, sudah jelas jika diminta untuk menceritakan kembali, orang tersebut tidak bisa menceritakan dengan tepat seperti awalnya.

Ini adalah salah satu cara yang bisa Anda pakai untuk mengetahui apakah Anda sedang dibohongi oleh seseorang.

Ketika orang tersebut bercerita panjang dan detil, lalu mengubah topik, biarkan saja untuk sementara. Ikuti alur ceritanya. Dan ketika selesai bercerita, coba Anda ambil cerita-cerita di awal dan memintanya menceritakan ulang.

Amati dan lihatlah ada beberapa hal yang terlewatkan. Karena dia sudah terlalu jauh berbohong dan lupa akan kebohongan awalnya. Dan tentunya, sebuah kebohongan akan selalu diikuti dengan kebohongan-kebohongan yang lain.

Penutup

Memang tak mudah mengungkap seseorang sedang berbohong kepada kita atau tidak. Apalagi jika orang tersebut memang terbiasa berbohong atau pembohong ulung.

Namun sejumlah ciri orang berbohong yang disebutkan di atas, meski tidak mutlak, dapat Anda jadikan acuan untuk mengamati bahasa tubuh dan ekspresi seseorang yang Anda curigai.

Satu hal yang pasti, percayalah pada insting Anda. Percayalah pada kata hati Anda. Secara naluri, Anda akan merasa ketika dibohongi atau ada sesuatu yang tidak beres. Cobalah mencari tahu lebih lanjut.

Oh iya, bagi Anda yang sering berbohong, ingatlah sebuah quote ini: “kebohongan mungkin menyelamatkan Anda sementara, namun akan menghancurkan Anda selamanya”. Jadi, berhentilah berbohong dengan segera!//tipspengembangandiri.com

Pembaca (3)