12 Cara Mencintai Diri Sendiri Sebelum Mencintai Orang Lain

12 Cara Mencintai Diri Sendiri Sebelum Mencintai Orang Lain

Memang rasanya lebih mudah untuk mencintai orang lain daripada mencintai diri sendiri. Kecenderungan merasa diri kurang dan tidak berharga selalu ada pada kita masing-masing.

Padahal mencintai diri sama pentingnya dengan mencintai orang lain. Bahkan mencintai diri diyakini sebagai kunci kebahagiaan yang hakiki.

Mencintai diri bukan berarti sombong, egois apalagi narsis. Mencintai diri artinya bisa menerima kelebihan sekaligus berlapang dada menerima kekurangan. Dengan kata lain, mencintai diri adalah menghargai diri sendiri dan harus dilakukan tanpa syarat.

Agar bisa mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain, berikut 12 cara yang bisa Anda lakukan.

1. Nikmati hobi Anda

Melakukan sebuah hobi ibaratnya membuat diri Anda bersenang-senang. Apa pun itu, hobi seperti membaca, melukis, menyanyi dan sebagainya akan menghibur diri sendiri dan membuat Anda bahagia.

Karenanya, luangkan waktu untuk melakukan hobi Anda kapan pun itu. Bagi Anda yang sibuk bekerja, Anda bisa gunakan hari-hari libur atau saat weekend untuk melakukan apa yang Anda suka.

Menikmati hobi berarti juga merawat jiwa Anda. Kepuasan yang didapatkan ketika melakukan sebuah hobi sungguh tak ternilai harganya.

2. Maafkan kesalahan diri sendiri

Anda pasti tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Manusia yang sempurna justru adalah manusia yang punya kelebihan dan kekurangan. Jadi sangatlah wajar jika Anda pernah melakukan kesalahan.

Berdamailah dengan diri sendiri dengan berusaha untuk memaafkan apa pun kesalahan Anda di masa lalu. Ingat, Anda hidup pada hari ini dan di masa sekarang. Anda akan melangkah ke depan, bukan kembali ke belakang.

Jadi, terimalah kesalahan masa lalu yang tak terpisahkan dalam hidup sebagai sebuah pelajaran agar tidak terulang. Lalu bijaksanalah untuk menorehkan tinta baru kehidupan. Dengan penerimaan diri seperti ini, Anda akan lebih tenang dan bahagia menjalani kehidupan.

3. Berani berkata “tidak”

Apakah Anda adalah orang yang sulit menolak permintaan orang lain? Apakah Anda adalah orang yang sering kewalahan dengan tumpukan tugas yang bukan kewajiban Anda?

Memenuhi permintaan orang lain memang tidak salah, namun jika terus-terusan Anda lakukan hingga tak berani menolaknya maka Anda sendiri yang akan kewalahan. Apalagi jika semua Anda sanggupi dan akhirnya berjalan di luar kendali.

Berani berkata “tidak” artinya juga berani bersikap tegas untuk melindungi diri. Bukan berarti Anda tidak memikirkan orang lain, namun Anda tahu batas-batas kemampuan diri. Kapan Anda bisa menuruti kemauan orang lain dan kapan Anda harus menolaknya.

4. Bijak dalam mengonsumsi berita

Terkadang karena rasa ingin tahu yang begitu kuat, kita jadi mengonsumsi berita apa saja yang ada di sekitar, baik melalui media elektronik maupun media sosial. Padahal tidak semua berita bermanfaat dan membangun.

Berita-berita yang negatif dapat membuat kita terus menerus berpikiran negatif pula. Kita menjadi takut, ragu, cemas bahkan tidak sehat dalam pola pikir. Akibatnya, jiwa kita terbebani dan merasa kurang bebas.

Bijak dalam mengonsumsi berita adalah salah satu cara mencintai diri sendiri. Pisahkan berita mana yang bersifat informatif dan positif serta berita mana yang tidak. Hal ini penting untuk melindungi jiwa atau mental Anda.

5. Percaya pada diri sendiri

Percaya pada diri sendiri berarti percaya pada kemampuan dan kekuatan yang ada dalam diri. Meskipun sulit, namun Anda wajib berusaha berpikir positif dan mencintai diri sebagaimana Anda ingin dicintai orang lain.

Yakinlah bahwa Anda bisa melakukan apa saja, asal Anda gigih berusaha dan pantang menyerah. Anda memiliki kesempatan yang sama dengan semua orang. Jika orang lain berhasil, yakinlah bahwa Anda juga pasti berhasil.

Percaya pada diri sendiri akan membangkitkan semangat Anda untuk tidak mudah putus asa bahkan sanggup bangkit lagi ketika Anda gagal.

6. Tidak memusingkan omongan orang

Menjadi orang yang super sensitif atau baperan memang cukup menyusahkan. Terlalu mengambil hati omongan orang dapat membuat diri Anda tertekan dan tidak berkembang.

Anda akan mudah sedih, kecewa, tersinggung, atau marah hanya karena penilaian orang. Padahal sebenarnya yang paling tahu diri kita adalah kita sendiri, bukan?

Coba tanamkan dalam pikiran seperti ini :

  • Ini hidup Anda, hanya Anda yang tahu dan berhak mengaturnya
  • Anda tidak bisa mengontrol perasaan orang, selalu akan ada orang yang tidak suka betapapun baiknya Anda
  • Anda adalah manusia biasa, Anda tidak bisa membahagiakan semua orang sekaligus
  • Anda memiliki hak yang sama dengan siapapun manusia yang tinggal di dunia ini
  • Orang yang membicarakan Anda belum tentu lebih baik daripada Anda

Dengan berpikir seperti itu, besar kemungkinan Anda akan lebih kuat dan tegar menghadapi segala bentuk cibiran, sindiran, dan omongan orang. Anda pun akan bisa lebih santai menanggapinya bahkan menertawakannya.

Berhenti menjadi orang yang super sensitif juga salah satu bentuk mencintai diri dan melindungi hati Anda dari siapa pun yang berusaha menyakitinya.

7. Rawat dan Cintai tubuh apa adanya

Bagaimanapun bentuk tubuh Anda, terimalah segala kelebihan dan kekurangannya. Berhenti membanding-bandingkan tubuh Anda dengan kesempurnaan tubuh orang lain, karena malah membuat Anda depresi. Bersyukurlah akan kesehatan dan napas kehidupan, lalu rawatlah tubuh dengan baik.

Merawat tubuh tak hanya berbicara tentang kecantikan. Merawat tubuh bisa pula diartikan menjaga kesehatan. Seperti menjaga pola makan dan gaya hidup, agar tetap seimbang dan tidak mengganggu kesehatan.

Jadi, ketika Anda mengatakan bahwa Anda saying terhadap diri sendiri, pastikan bahwa Anda sudah mencintai tubuh Anda, merawatnya sekaligus menjaganya tetap sehat dan kuat.

8. Perluas pergaulan

Memiliki lingkar pertemanan yang luas akan membantu diri Anda untuk berkembang lebih baik dari sebelumnya. Apalagi jika Anda bertemu teman-teman baru yang menyenangkan dengan latar belakang yang berbeda-beda, tentu merupakan kebahagiaan tersendiri buat Anda.

Teman-teman lama tidak akan dilupakan, namun teman-teman baru dapat membuat hidup Anda lebih berwarna. Perluas pergaulan Anda dengan mengikuti komunitas-komunitas yang memiliki minat sama atau seminar-seminar untuk meningkatkan kemampuan.

Jangan batasi pergaulan, namun bijaksanalah dalam berteman. Anda toh tetap harus menyaring mana teman yang membawa pengaruh baik dan mana yang tidak. Karena pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan Anda yang baik.

9. Jujur pada diri sendiri

Jika Anda berkata bahwa Anda mencintai diri sendiri, pastikan Anda selalu jujur dan menghargai perasaan sendiri. Anda harus bisa membedakan mana yang bisa dikompromikan dan mana yang tidak.

Anda paham betul apa yang Anda mau. Anda tidak akan berkorban perasaan dengan sia-sia demi mendapatkan perhatian orang lain. Anda sangat menghargai diri dan mendengarkan apa kata hati Anda.

Orang yang jujur pada diri sendiri juga tidak akan terpaksa melakukan hal-hal hanya karena ikut-ikutan. Dia memiliki prinsip hidup dan teguh memegangnya. Dia akan dikenal sebagai orang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

10. Luangkan waktu untuk berlibur

Bentuk menyayangi diri selanjutnya adalah memberikannya kesempatan untuk beristirahat. Lelah tak hanya berbicara tentang fisik, lelah bisa juga dialami oleh batin.

Gunakan hak cuti Anda untuk beristirahat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Anda bisa berlibur ke suatu tempat atau bersenang-senang bersama keluarga.

Banyak manfaat yang Anda dapatkan ketika Anda berlibur. Selain tubuh dan jiwa Anda lebih segar dan siap menghadapi tantangan selanjutnya, Anda juga mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang tak terlupakan.

Berlibur adalah waktu bagi Anda untuk memanjakan diri sekaligus membuatnya bahagia.

11. Belajar meluapkan emosi dengan bijak

Meluapkan emosi tidak selalu negatif. Meluapkan emosi juga bisa menjadi bentuk menyayangi diri agar tidak terlalu tertekan.Namun ingat, meluapkan emosi juga harus dilakukan dengan bijak agar tetap terkontrol.

Anda boleh marah, jika memang harus marah, namun bukan marah-marah. Anda boleh menangis, jika keadaan mengharuskannya, namun bukan berarti Anda cengeng.

Jika dada Anda sesak dan butuh berteriak, berteriaklah di tempat terbuka dan jauh dari keramaian. Intinya, lepaskan segala emosi dalam diri agar Anda menjadi lega.

Jangan takut meluapkan emosi. Jangan takut berekspresi. Jangan pernah menyimpan ganjalan dalam hati. Ungkapkan saja. Luapkan saja. Dengan demikian, hati Anda akan terlindungi dari rasa sakit dan kekecewaan yang dapat menggerogotinya.

12. Bersyukur

Cara terakhir dalam mencintai diri adalah bersyukur atas hidup kita apa adanya. Kita diciptakan dengan pribadi yang unik satu dengan yang lain, bersyukurlah atas kehidupan yang telah diberikan Sang Pencipta.

Bersyukurlah ketika Anda gagal, bersyukurlah ketika Anda berhasil melewati kegagalan. Bersyukurlah di kala senang, bersyukurlah di masa yang suram.

Menjadi orang yang selalu bersyukur akan membuat Anda bisa menerima kekurangan dan kelebihan dan tidak akan menuntut diri sendiri melebihi batas-batas kemampuan.

Selalu bersyukur akan membuat Anda ikhlas dan sanggup melihat keindahan kehidupan yang sesungguhnya.

Penutup

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan egois. Justru mencintai diri merupakan sebuah bentuk kejujuran yang dapat membantu Anda berdamai dengan kenyataan.

Jadi, belajarlah mencintai diri sebelum mencintai orang lain. Karena bagaimanakah Anda bisa memberikan cinta jika diri Anda sendiri tidak memilikinya? Atau bagaimanakah Anda bisa menerima cinta jika merasa diri Anda tidak layak dicintai?

Mencintai diri adalah proses berkelanjutan dalam hidup ini. Masalah dan tantangan akan hadir silih berganti, namun kekuatan cinta pada diri sendiri akan memampukan Anda berhasil melampauinya.

Manfaat lain mencintai diri adalah membantu Anda menjadi dewasa. Dewasa untuk mampu mencari cara berbahagia. Dewasa pula untuk mampu membahagiakan orang lain.//tipspengembangandiri.com

Pembaca (4)